Di lingkungannya, Lambok memang bukan satu-satunya pemuda yang masuk kategori PANGLATU – Panglima Lajang Tua-. Tapi karena statusnya di keluarga sebagai anak pertama, tuntutan agar Lambok segera menikah tetap menjadi topik pembicaraan keluarga.
Dari sisi postur tubuh, dia normal-normal aja, anak sekolahan lagi bahkan sudah membiayai diri sendiri. Latar belakang keluarga ?? Masuk kategori menengah ke atas, bahkan mobil yang dibelikan orangtuanya dengan harapan agar Lambok lebih pede mencari calon pasangan tidak pernah digunakan.
Aktivitas dia di naposo juga tidak kurang-kurangnya, bahkan dia selalu masuk kelompok seksi sibuk setiap ada kegiatan. Tapi tetap aja bukan menjadi ajang menemukan calon yang pas di hatinya ….
Tampak sedikit kelegaan di wajahnya ketika satu saat bapaknya berkata :
“Lambok…, udah bosan pun aku menyuruh kau untuk nikah. Kalau tahun ini kau belum juga menikah…, aku gak mau ngurus kau lagi. Kau urus sendirilah nanti pernikahanmu.”
Kayaknya, kata-kata ini malah menambah semangatnya untuk mempertahankan status Jomblo.
Bukan hanya orangtuanya saja yang perduli tentang status si Lambok ini, karena memang Lambok orangnya ramah, sopan dan …. memang dia ikut bapaknya sih “suka ketawa” – heureyan lah bahasa sundanya – Apa alasan Lambok bangga mempertahankan status Jomblo, orang gak ada yang tau.
Saat pernikahan salah satu teman jomblonya, dia tidak bisa mengelak untuk hadir. Karena dia sudah memperkirakan, kata-kata : ” setelah dia, kau menyusullah ya …???” akan membanjir ke arahnya. Dan memang kata-kata seperti itu sudah mulai terdengar sejak 5 tahun yang lalu, bukan hanya dari orang yang lebih muda dari dia, bahkan dari pihak orangtua juga banyak terlontar , membuat dia bosan untuk menghadiri acara pernikahan.
Tapi bukan Lambok kalau gak bisa menikmati ke-jombloannya.
Saat melayat salah satu anggota punguan mereka, Lambok mendekati seorang orangtua yang termasuk orang yang selalu “bertanya” padanya bila ada orang menikah:
” setelah dia, kau menyusullah ya …???” pertanyaan ini pun terlontarlah dari mulut Lambok.
8 responses so far ↓
kindlove // September 10, 2008 at 1:04 am |
sihomb:
nggak lah… masya gitu aja sadis
habis, dia udah terlalu sering diomongin gitu ..
dia baru sekali ..
Samuel Ht.pea // September 10, 2008 at 4:22 am |
Jombo juga termasuk pilihan hidup dan anugerah Lae!
Salam buat para Jomblo mania, he-he-he
sihomb:
asal dinikmati aja lae ..
tapi utk lae g ada yg bilang :” .. setelah dia, kau menyusul lah yaa…?”
pardosa // September 10, 2008 at 4:44 am |
butet dahhhhh… itu namanya manekel balik itu… kojam nai fuangs…. hahahaha… mantabbb
sihomb:
he lae…, ati2 klo ngomong.
blog ini sudah dibaca pendeta pardosa lo … tuh pdt. david silaban
asli pardosa …
nirwan panggabean // September 11, 2008 at 12:21 am |
Horas….
Salam kenal dulu…saya nirwan panggabean di Virginia, sangat senang menemukan blog ini…ceritanya cukup fair dan lucu….
saya mau tanya apa ada obat anti PANGLATU…kalau ada tolong informasinya…karena saya juga pengidap syndrom PANGLATU…
Terimakasih Lae…Horas…
sihomb:
kalo bisa menikmati dan memfokuskan diri kepada hal-hal yang disukaiNYA ; kenapa harus cari jamu anti panglatu ??
btw, bukan merupakan komitment marga panggabean itu ya ? soalnya aq g sebut marga si jomblo kita ini …..
rina // September 11, 2008 at 8:09 am |
kalau laki2 panglatu
kalau perempuan apa ya
hebat juga pernyataan silambok ini untuk menghentikan sebuah pertanyaan
nga gabe sitiruan annon hata ni si lambok on
sihomb;
ah.., bikkin sendirilah namanya ito …
klo aq gak bisa komenta yang banyak lagi
karena orangnya dah marah2 sama aku, kuposting tanpa bayar royalti pake namanya …. he he he
maju terus bro………
hh // September 14, 2008 at 4:14 pm |
Ada teman yang mengakhiri kejombloannya dipermulaan kepala empat usianya. Ketika giliran teman ini mangampu pada acara tarpio, dia tidak bisa berkata kata selain terisak.
Setelah dibujuk dan dibujuk supaya mengutarakan apa yang membuat dia sedih, akhirnya teman ini berkata: Kalau tau aku bahwa menikah itu indah, sudah dari dulu aku menikah, sekarang aku sudah tua, sudah terlalu singkat menikmati keindahan itu.
sihomb:
sesal dahulu pandapotan, sesal kemudian lumbantoruan …
(salam buat teman lahirku -dongan tubu- pandapotan sihombing yang masih jomblo)
btw, buat rekan yg g tau acara “tarpio” ; ini sebuah acara yang sudah jarang dilakukan . Kedua Pengantin diundang oleh keluarga dekat untuk makan bersama (dipio = diundang ) dan inilah kesempatan memberi pembekalan kepada mereka. “Bintang na rumiris tu ombun na sumorop, anak pe antong riris , boru pe tung torop ….”
bonar // September 16, 2008 at 6:41 am |
@nirwan panggabean
biasanya obat panglatu yang cukup mujarab tuh Punguan Naposo Bulung atau organisasi naposo di gereja HKBP, sampe sekarang masih bisa dibilang manjur sebagai biro jodoh….sudah banyak yang berhasil, cuman kalo di virginia ada gak punguan naposo HKBP hehehe…
sihomb;
oh ya, di surabaya ada juga punguan naposo batak kristen tanpa memandang asal gereja. mereka namakan “TIROSH” ….., anggotanya ?? naposo yang udah pada mandiri (kerja) dan … tunggu rongkap …. malah kami udah buat acara terhadap pasangan yang menikah mirip2 acara pedang pora … serulah..
carlapanggabean // September 27, 2008 at 5:25 am |
tenang aja lambok,you are not alone,alias lu ga sendiri..ha..ha..