“Saat kita dilahirkan di dunia ini, kita menangis ….., dan orang orang yang menyambut kelahiran kita , mereka semua tertawa.”
Demikian untaian kata pembukaan dari Amang Fajar Siahaan dalam sambutannya di acara pemberangkatan jenazah Amang S.P. Nainggolan.
Amang Fajar Siahaan yang lama menjabat sebagai Kakanwil Pajak Jawa Timur ini sengaja datang dari Kalimantan, mengingat hubungan kekerabatan warga asal Sibolga di Surabaya, dan oleh komunitas mereka, beliau didaulat untuk menyampaikan sambutan.
“Selama kita hidup di dunia ini, tawa dan tangis silih berganti sebagai dinamika hidup. Kita saling menertawakan dan kadang kita saling menangisi … “ imbuh Amang Fajar berfilsafat.
“Yang saya lihat hari ini, wajah Om Nainggolan ( pengakuan beliau, panggilan Om lah yang dia gunakan selama ini kepada almarhum S.P. Nainggolan ) dalam keadaan cerah , tertawa pergi memenuhi panggilan Tuhannya meninggalkan kita…., sedangkan kita ? Anak-anaknya, sanak keluarga, teman dan handai tolan dipenuhi oleh isak tangis ….”
“Lucukah ?” tanya Amang Fajar sambil melepas pandangan ke sekeliling seolah ingin mendapat jawaban dari hadirin.
“Tidak …, tidak ada yang lucu dalam kejadian itu. Yang lucu nanti setelah Om ini kita antar ke pemakaman …”
“Yang terjadi di kita Batak, biasanya setelah jenazah dimakamkan semua anak-anaknya baik laki maupun perempuan mengaku sudah berbuat lebih banyak kepada orangtuanya dan lebih berhak atas harta peninggalan orangtuanya.”
“Marsigulut dan Marbadai.”
“Saya tak mengharap kejadian itu menjadi akhir dari drama kehidupan Om Nainggolan….” Demikian Amang Fajar mengakhiri sambutannya.
Ah…, gak percuma Amang Fajar ini dapat gelar Doktor …….
2 responses so far ↓
nirwan panggabean // September 12, 2008 at 11:08 pm |
Horas…
semakin banyak saya membaca tentang Batak semakin bangga saya sebagai orang Batak…
Hubungan sosial yang kuat, sehingga seorang sahabat pun datang dari jauh (kalimantan) untuk menghadiri acara pemakaman/adat…..sangat jauh berbeda dari yang saya tau disini…pernah seorang teman kerja yang Bapaknya meninggal dunia…dia tidak datang …hanya pesan karangan bunga online untuk disampaikan saat pemakaman….
sihomb:
kebanggaan itulah yang kita harap terus berkembang, tidak harus mempertahankan budaya batak yang sudah tidak aplikatif lagi di zaman kita, karena masih banyak keindahan dan keunikan lain dari batak.
trus, klo kita mau usaha kembang di virginia lae …, kayaknya bisa lancar ya … ?; hanya satu g enaknya doa dari pengusaha kembang yang beda dengan doa pengusaha asuransi …
Gerfandi Siahaan // October 7, 2008 at 9:51 am |
toho do na nidokni Amang Siahaan i.godang do pocca keluarga alani arta. hape arta na boi laluan do,alai keluarga dang songon arta na ta gulut i.