Rapmengkel’s Weblog

Nainggolan S.P (In Memoriam)

September 12, 2008 · 1 Comment

Sahat Parulian Nainggolan, pada 11 Mei 2008 yang lalu dia genap berusia 80 tahun. Senin, 8 September 2008 jam 19.10 jatah hidupnya di dunia ini diakhiri oleh yang Maha Kuasa.

Mengingat usia yang sudah lanjut, dan ketujuh putra/putrinya sudah menikah sudah sewajarnyalah Ulaon Gabe; Ulaon Saur Matua disepakati oleh Pihak Nainggolan dengan Hula-hulanya Sitompul dilaksanakan dalam acara pemakaman beliau.

Hadir dalam acara itu Ny. Hutagalung/ Nancy Sitompul – salah seorang personil Sitompul Sisters -, karena memang Amang Nainggolan adalah Paribannya, sedangkan Mona Sitompul tidak bisa hadir karena ada gangguan kesehatan pada Tobing suaminya.

Acara demi acara berjalan mulai hari Senin hingga Kamis, hari pemakaman, yang juga dibumbui dengan lantunan suara merdu dari Bonar Gultom (Gorga)..

Silih berganti handai tolan datang, dan secara bergantian juga pihak keluarga Nainggolan yang diwakili anak-anak beliau melayani dan mengucap terima kasih.

Tidak mengherankan, bila anak-anak almarhum banyak berkonsultasi kepada Marga Sitompul, karena Marga Sitompul dalam acara itu menempati 4 posisi terhormat : Bona ni Ari, Hula-hula tangkas, Hula-hula Na Marhahaanggi, dan Hula-hula Anak Manjae.

Di samping itu, anak-anak beliau dan beberapa keluarga yang lain sudah tidak familiar lagi dengan kebatakan baik tata adat maupun bahasanya. Hal ini bisa dimaklumi karena gaya hidup Amang Nainggolan masih sedikit ke-belanda2 an dan perlente habis.

Saat ngobrol-ngobrol tidak resmi, anak-anak Amang Nainggolan diberi penjelasan mengenai jumlah ulos agar mereka dapat mengatur siapa saja nanti yang akan menerima saat Ulaon Adat.

“Mauliate ma Amang…” – Terima kasih lah Amang – , demikian salah satu anggota keluarga setelah merasa penjelasan yang diterima sudah cukup.

“Nunga mohop ate-ate nami ala diajari hamu hami …..” (Nunga las = mohop , ate-ate nami = roha nami – Kami gembira karena Amang telah mengajari kami ) lanjutnya dengan sedikit memaksakan berbahasa Batak.

Pande juga kau bahasa Batak ya ????

Categories: Umum

1 response so far ↓

  • yuhendrablog // September 13, 2008 at 7:23 am | Reply

    Saya Turut Berbela Sungkawa Atas Meninggalnya “Amang Nainggolan” Semoga amal baiknya di terima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Ditempatkan di tempat yang terbaik disisi -Nya…

    Terima Kasih
    sihomb:
    mudah2an dari pihak keluarga ada yang baca ya ……

Leave a Comment