Mingu-minggu yang cukup melelahkan buatku.
Masih mencoba merapikan catatan “Ulaon Saur Matua” SP. Nainggolan, Sabtu – Minggu kemarin mengikuti anak Remaja HKBP Surabaya retreat di Pacet – Mojokerto.
Minggu 14 Sept jam 8.00, ada sms masuk di Flexiku ; “Ny. Pakpahan boru Togatorop meninggal; hamu sebagai Hula-hula Anak Manjae”
Terasa agak lelah, setelah dihajar anak remaja dengan mengundurkan jam tidur menjadi jam 2.30 dinihari ; Minggu malam saya sempatkan juga untuk ikut Pangarapotan.
“Ulaon saur matua Maulibulung ma dipangido rohanami Rajanami” – Acara pemakaman graduate tertinggi di Batak – itulah permintaan Pihak Marga Pakpahan dalam acara Temu Tetua Adat.
Saya mencoba menyimak data almarhum yang dibacakan oleh protokol :
Usia 68 tahun (masih relatip muda untuk acara setinggi itu), dengan jumlah keturunan 119 orang meliputi anak, putri, menantu, cucu dan cicit …..
Disebutkan kemudian Kelompok Marga yang menjadi Hula-hula dan Tulang : Gultom menempati 6 posisi, Togatorop sebagai Hula-hula tangkas, Silaban, Sihombing, Pasaribu, Siregar dan ada beberapa marga lagi yang blom sempat saya catat.
Yang agak menarik dari daftar Hula-hula maupun Tulang ini, ternyata tak satupun dari pihak marga Pangaribuan, meskipun mereka berasal dari huta Pangaribuan.
Agak alot negosiasi antar Pakpahan dengan Togatorop tentang saput yang oleh Pakpahan agar Tulang Rorobot Siregar lah yang memberikan ….; tapi dengan toleransi yang tinggi hal itu dapat diterima oleh Togatorop.
“Bang, koq Bona Tulang ada 2 ?” tanya seorang Pemuda yang betah ngikuti acara itu.
“Lagian , masih 68 tahun koq turunannya mencapai 119 orang ?” lanjutnya bertanya.
Aku mencoba dekati Togar Silaban Partaolobutala yang pada saat itu menempati posisi sebagai Bona Tulang, ingin mengklarifikasi keberadaan 2 marga sebagai Bona Tulang.
Ternyata beliau juga belum dapat konfirmasi …
“Yang penting, besok bawa ulos dan beras lah ….., Togar menjawab sambil kebingungan …
Yaaahhhh…., tersita juga waktuku untuk konsentrasi ke suasana mengkellllll……
2 responses so far ↓
lintong nababan // September 15, 2008 at 8:23 am |
Ai ido kebanggaan i abang, alana na serba boi do abang mangulahon i sude, di perlukan di Naposo, diperlukan muse di Ulaon adat, dang piga2 halak naboi sogon abang. ido kan ?
http://www.lintongnababan.wordpress.com
sihomb:
muji nih yeeee……, sian ho passisigaret ma ate…
nirwan panggabean // September 15, 2008 at 9:50 pm |
Horas…
wah…gawat apakah gara gara si Lambok yang bilang segera menyusul ya….??? salam untuk semuanya di Sura baya.
Tapi omong omong…Lae di daerah mana di Surabaya?, karena saya pernah ke sana (ada “urusan” dengan PT PAL) waktu itu saya tinggal di daerah Ngage….Hotel Novotel, selama dua bulan lebih.
sihomb:
yang ini g ada kaitannya dgn lambok
aq di surabaya daerah wiyung, kerja di belk. je em pe
klo mau cari aq yang gampang di hkbp kedondong aja ….