Rapmengkel’s Weblog

Entries categorized as ‘Uncategorized’

rumah baru

October 6, 2008 · 3 Comments

dengan bantuan yang sangat besar dari seseorang, akhirnya blogg rapmengkel menempati rumah baru

mohon doa dari rekan sekalian, agar melalui rumah baru ini aq dapat meningkatkan kontribusiku dalam melayani, selanjutnya alamat rumah baruku ada di :

http://rapmengkel.com

Categories: Uncategorized

Ala ni ho …..

August 25, 2008 · 4 Comments

(cuplikan intermezzo khotbah Pdt. Samuel Sibuea ( HKBP Solo ) pada Kebaktian Minggu 24 Agt 2008 di HKBP Surabaya jam 09.00)

Kunjungan Seksi Ama HKBP Solo dan persiapan Huria Boyolali ke HKBP Surabaya hari Minggu kemarin diwarnai dengan canda tawa, gembira dan penuh keakraban.  Pendeta Samuel Sibuea sebagai Pimpinan rombongan didaulat sebagai Pelayan Pemberitaan Firman.

Dari awal perkenalan beliau di atas mimbar, sudah diisi dengan joke joke menyegarkan , gaya seorang Pendeta Muda. Kawannya sesama Pendeta yang bertugas di Surabaya pun tak lepas dari plesetan beliau.

Saya terkejut saat dia melontarkan improvisasi dalam khotbahnya.

“Adalah seorang Bapak yang mempunyai kebiasaan kurang baik setiap kebaktian berlangsung”, demikian beliau mengawali.

“Bila Pendeta sudah naik ke mimbar untuk pemberitaan Firman, si Bapak ini selalu keluar, dan akan kembali lagi menjelang khotbah selesai”,lanjutnya.

“Menyinggung aku pula Pendeta ini”, begitu pikirku.

“Hal yang sama, terjadilah pada suatu kebaktian. Pendeta naik ke mimbar, dan si Bapak tadi pun keluar”,  Pendeta Samuel melanjutkan , tidak tau perasaan apa yang terjadi dalam diriku.

“Dalam khotbahnya mengenai pengorbanan Yesus di kayu salib, Pendeta menguraikan penderitaan Yesus, disiksa, ditendang, diludahi dan dihina, membuat Jemaat turut terbawa dalam suasana sedih …”, demikian Pendeta Samuel bercerita.

“Mendekati akhir khotbahnya, dengan tegas Pendeta berkata : ” Saudaraku, karena dosa kita lah Yesus mati. “

“Hai Naposo bulung (Pemuda), karena dosa kitalah Yesus disiksa.”

“Ala ni dosa muna do angka inang, umbahen na tarsilang Yesus i” (Karena dosa-dosamu lah para ibu-ibu Yesus sampai disalibkan)

Pintu terbuka, si Bapak yang tadi keluar memperhitungkan khotbah akan berakhir kembali memasuki gereja.

Belum sempat dia duduk, Pendeta melanjutkan khotbahnya.

“Ala ni ho do amang, umbahen na tartullang Yesus i” (Gara-gara kamu Bapak, Yesus kena tombak)

“Pargabusss….,” ( Pembohong….. ) si Bapak yang tidak tau kronologis khotbah berteriak protes membuat semua mata memandang ke arahnya. 

Ah…, Pendeta Samuel ini ada-ada juga …….

Categories: Uncategorized

Tuty Adhitama

July 31, 2008 · 6 Comments

Sudah menjadi kebiasaan bagi Ibu-ibu di kalangan Batak lebih menyukai keluarga putrinya dibanding keluarga anaknya. Jadi, merupakan sebuah prestasi bila seorang wanita yang telah menikah bisa kompak dengan ibu mertuanya. Sering terdengar seorang Ibu yang akan menikahkan anak lakinya mengatakan kepada temannya : ” Lao ro na ma donganhu marbada …” – saya akan kedatangan teman bertengkar ..

Inanta boru Tompul yang satu ini juga demikian halnya. Dia mempunyai seorang putri yang tinggal  di Kalimantan, juga mempunyai anak laki-laki di Jakarta dan Surabaya. Kesemuanya sudah berkeluarga. Dalam safari tour mengunjungi anak-anaknya, si Inang sudah menyusun  rute perjalanan yang akan  ditempuh : Medan – Sukarno Hatta (Jakarta) – tapi di Bandara tok – Balikpapan – Surabaya dan terakhir di Jakarta.

Kedua menantu putrinya yang di Jakarta dan Surabaya dapat khabar dari Balikpapan, bahwa ibu mereka sudah 3 minggu disana, dan akan melanjutkan perjalanan pulang dengan jadwal : singgah di Surabaya 2 hari dan nanti di Jakarta 3 hari. Mungkin ada perasaan senang juga di hati menantu putrinya, tetapi rasa kurang dihormati oleh mertua tetap juga muncul.

Penjemputan di Surabaya tidak terlalu hangat. Basa-basi sejenak, panggil cucu dan langsung masuk mobil.

“Nunga dituhor hamu tikkethu?”, pertanyaan itu langsung muncul dari inang kita. ( Kalian sudah beli tiketku ? – maksudnya tiket dari Surabaya ke Jakarta -.

“Sudah…, berangkat naik Kereta Api nanti sore jam 4… “, menantunya menjawab dengan kesal. Meskipun sebenarnya mereka belum menyediakan tiket dimaksud.

“Inang belum sempat apa-apa di Surabaya, belum lagi masuk rumah sudah langsung nanya tiket…”

“Kalau di Balikpapan bisa betah 3 minggu, di Surabaya on songon na mandege gara dibahen ho – seperti injak bara api saja – ” gerutu menantunya kesal.

“Ah.. ndang songon i puang…” – bukan begitu maksudku – si Inang agak mereda.

“Pinahanku so adong na mamareso, naeng marsame muse ma nuaeng di hitaan” – ternakku tidak ada yang memperhatikan, lagian sekarang musim menyemaikan padi di kampung-, si Inang mencoba beri penjelasan.

“Ianggo tu borum so didok ho songon i ” – kalau kepada putrimu, kamu nggak ngomong gitu – si menantu membalas sambil meletakkan gelas di meja dan segera pergi ke dapur.

Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam. Si Inang banyak menyendiri tidak merasa bersalah sedikitpun terhadap menantunya.

Matanya menatap ke layar kaca televisi. Tampak Tuty Adhitama di TVRI sedang membaca berita.

“Bah bah bah …., nga sega huroha portibion. Oma si aha …, bereng jo on ” – Bah, udah rusak rupanya dunia ini …, Mamanya Anu (maksudnya menantunya), coba lihat ini-

Si Menantu kaget mendengar mertuanya sedikit berteriak, dan datang mendekat.

“Nantoari, di Balikpapan do pe hutadinghon si boru-boru on, hape saonari nga di son. Holan na mangadangi do huroha ulaon ni on. Na so di pareso amanta do huroha on.” – kemarin, saya masih meninggalkan dia di Balik papan, sekarang sudah ada disini. Ngeluyur terus mungkin kerjaannya, dasar gak diperhatikan suami – si Mertua nyerocos sambil jarinya menunjuk ke arah Tuty Adhitama yang sedang baca berita.

Si Menantu akhirnya tertawa : ” Ai ho pe songon i do nuaeng inang…”, – kamu juga begitu inang , mangkanya jangan buru-buru pulang ……..

Categories: Uncategorized
Tagged:

Horassss

April 29, 2008 · 8 Comments

Terus terang, keberanianku membuat blog ini termotivasi blognya jephman dalam kartun bataknya. Kuingin, kita mencoba bercermin dengan cara menertawakan diri sendiri dan berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Yang sudah terbayang di benakku saat ini, pembaca akan menertawakan diriku karena tidak berhasil menampilkan sesuatu yang lucu ataupun hal-hal menarik lainnya dalam blog ini; gpp lah, karena kalau itu terjadi sudah merupakan keberhasilan buatku. Yang penting ada mengkel/tertawanya lah.

Karena, ada beberapa blog yang coba saya bangun…, contoh : sihombsby.blogspot.com tapi hingga kini belum ada yang mendapat tanggapan sampai sejumlah jari tanganku ……. kacian deh looo

Yo wis…,

Categories: Uncategorized